Menurutnya, skala kerusakan yang cukup luas membuat proses pemulihan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Selain membutuhkan tahapan teknis yang matang, pemulihan juga memerlukan dukungan anggaran yang besar. Karena itu, Pemprov Sumbar terus memperkuat koordinasi lintas instansi agar upaya penanganan berjalan lebih efektif.
Atas arahan Gubernur Sumbar, koordinasi intensif dilakukan dengan Balai Wilayah Sungai Kementerian Pekerjaan Umum serta sejumlah BUMN Karya. Kerja sama tersebut ditujukan untuk memperkuat dukungan tenaga teknis dan peralatan berat di lapangan, khususnya di lokasi-lokasi dengan tingkat kerusakan tinggi.
“Hasil koordinasi tersebut cukup efektif. Dua unit alat berat yang saat ini bekerja di Batu Busuak merupakan dukungan dari Hutama Karya Infrastruktur, hasil komunikasi langsung Bapak Gubernur,” tutur Rifda.
Pemprov Sumbar berharap, dengan pengerahan alat berat, pemasangan geobag, serta sinergi lintas lembaga, penanganan dampak bencana hidrometeorologi dapat berjalan lebih cepat dan terukur. Upaya tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko lanjutan sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat di daerah terdampak. (red)