berita

Juriyah dan Toilet Bersih Pantai Padang: Cerita Setia di Tengah Ramainya Wisatawan

Minggu, 6 Juli 2025 | 11:54 WIB
Juriyah, penjaga toilet bersih Pantai Padang, jadi sosok penting saat musim libur. Ia menjaga fasilitas milik Pemko dengan penuh dedikasi. (Foto: Dok Kominfo Padang)


Sumbardaily.com, Padang – Setiap akhir pekan dan musim liburan tiba, langkah wanita paruh baya itu kian cepat. Tangan tuanya sigap menyapu lantai yang basah oleh air laut dan pasir pantai. Meski usianya telah menyentuh 72 tahun, semangat dan energinya tak kalah dari mereka yang jauh lebih muda.





Namanya Juriyah. Ia adalah penjaga toilet bersih di kawasan Muaro Lasak, Pantai Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Sejak pagi hingga menjelang petang, ia menjaga fasilitas sanitasi itu dengan telaten, memastikan tidak ada noda atau aroma tak sedap yang mengganggu kenyamanan pengunjung.





"Saat musim liburan seperti sekarang, pengunjung ramai sekali. Jadi saya harus rajin membersihkan," ujarnya, Sabtu (5/7/2025), sambil menyeka air di dekat pintu masuk toilet.





Toilet yang dijaga Juriyah berada di sisi kiri Monumen Merpati Perdamaian, salah satu ikon wisata Pantai Padang. Bangunan toilet tersebut cukup besar dibanding fasilitas serupa di sisi kanan monumen. Dilengkapi dengan tiga urinoir, dua bilik mandi dengan kloset duduk dan jongkok otomatis, serta satu washtafel, toilet ini tampak rapi dan bersih. Di bagian samping bangunan, tersedia pula ruang bilas untuk pengunjung yang selesai bermain air laut.





Dengan lantai berlapis granit dan dinding berplester rapi, toilet itu menyerupai fasilitas sanitasi di hotel. Letaknya pun strategis, mudah dijangkau para wisatawan yang singgah di kawasan pantai.Setiap pengunjung dikenai tarif penggunaan. Untuk buang air kecil dan besar, tarifnya Rp3.000, sedangkan mandi dikenakan biaya Rp5.000. Meski terdengar kecil, penghasilan dari tarif tersebut cukup berarti bagi Juriyah, terutama saat musim libur tiba.





"Kalau hari biasa, paling dapat Rp50 ribu. Tapi kalau sedang ramai seperti sekarang, bisa sampai Rp300 ribu sehari," ungkapnya.





Hasil tersebut tidak sepenuhnya masuk kantong pribadi. Sebagian besar digunakan untuk keperluan operasional toilet, terutama listrik untuk pompa air. Dalam kondisi sepi, token listrik senilai Rp50 ribu cukup untuk tiga hari. Namun saat pengunjung membludak, konsumsi listrik pun meningkat drastis.


Halaman:

Tags

Terkini