Juriyah dan Toilet Bersih Pantai Padang: Cerita Setia di Tengah Ramainya Wisatawan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 6 Juli 2025 | 11:54 WIB
Juriyah, penjaga toilet bersih Pantai Padang, jadi sosok penting saat musim libur. Ia menjaga fasilitas milik Pemko dengan penuh dedikasi. (Foto: Dok Kominfo Padang)
Juriyah, penjaga toilet bersih Pantai Padang, jadi sosok penting saat musim libur. Ia menjaga fasilitas milik Pemko dengan penuh dedikasi. (Foto: Dok Kominfo Padang)



Selain menjaga toilet, Juriyah juga mengelola sebuah lapak kecil di samping bangunan toilet. Di sana ia menjajakan berbagai makanan ringan khas pantai seperti mie rebus, kerupuk leak, dan langkitang. Lapak itu menjadi sumber penghasilan tambahan yang juga membantu menopang operasional toilet.





Tidak jauh dari lapaknya, berdiri sebuah musala mungil berukuran 2 x 3 meter. Dibangun dari bahan triplek sederhana, tempat ibadah ini menjadi ruang singgah bagi pengunjung yang ingin menunaikan salat. Juriyah membangunnya bersama sang anak, Ujang, sebagai bentuk pelayanan tambahan bagi wisatawan.





"Kalau bisa salat di sini, kenapa harus jauh-jauh? Yang penting nyaman," katanya sambil tersenyum.





Upaya Juriyah menjaga kebersihan dan kenyamanan toilet di Pantai Padang mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Padang. Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani, menyebut para penjaga toilet telah mendapatkan pelatihan khusus.





"Mereka kami latih untuk melayani pengunjung pantai dengan baik. Toilet bersih menjadi salah satu standar kenyamanan wisatawan," ujar Yudi.





Toilet yang dijaga Juriyah memang telah lama direvitalisasi. Setelah melalui proses renovasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), toilet tersebut resmi beroperasi kembali pada masa libur Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah lalu. Sejak saat itu, wajah toilet berubah drastis—lebih bersih, lebih wangi, dan jauh dari kesan kumuh yang selama ini melekat pada fasilitas umum.





Kini, toilet bersih di kawasan Pantai Padang tak hanya menjadi tempat buang hajat semata, tetapi juga cermin dari semangat pelayanan dan kepedulian warga seperti Juriyah. Di balik setiap lantai yang licin dan toilet yang harum, ada tangan-tangan yang bekerja tanpa pamrih demi kenyamanan banyak orang.





Saat wisatawan datang dan suara debur ombak bersahut dengan riuh anak-anak yang bermain air, Juriyah tetap setia berjaga. Bukan untuk berlibur, tetapi memastikan mereka yang liburan tetap merasa nyaman. Baginya, musim pakansi justru adalah waktu bekerja paling sibuk—dan paling ia nantikan. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X