berita

Kepala BNPB: Rumah Gadang, Kearifan Lokal Minangkabau untuk Mitigasi Bencana

Kamis, 8 Mei 2025 | 19:15 WIB
Rakor Kebencanaan BNPB di Sumatera Barat (Sumbar) pada Rabu (7/5/2025). (Dok. Pusdatin)




"Selain tahan gempa, Rumah Gadang juga dibangun dengan konsep panggung yang tinggi untuk mencegah air masuk saat banjir. Konsep ini patut menjadi perhatian kita semua, dan barangkali bisa menjadi salah satu solusi di wilayah yang terancam potensi Megathrust dalam konteks perencanaan dan pengembangan tata kota," lanjutnya.





Selain potensi gempa dan tsunami, persoalan bencana hidrometeorologi juga menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut.





Sepanjang tahun 2024, tercatat 12 kabupaten/kota di Sumbar mengalami dampak dari banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang.





Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi tersebut telah mengakibatkan 39.314 warga terdampak dan 78.877 orang harus mengungsi.





Lebih memprihatinkan lagi, 27 orang dilaporkan meninggal dunia akibat rangkaian bencana tersebut.





Belajar dari Tragedi Gunung Marapi





Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto juga mengajak semua pihak untuk mengambil pembelajaran dari tragedi erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada Desember 2023 lalu.





"Saya ingin mengingatkan kembali tentang peristiwa Desember 2023. Kelalaian seperti itu jangan sampai terulang. Puluhan orang meninggal karena nekat mendaki Gunung Marapi padahal statusnya saat itu sudah level 3, yang artinya pendakian dilarang. Ketika terjadi erupsi, meskipun tidak menyebabkan kerusakan kampung di sekitarnya, para pendaki yang tidak mematuhi larangan akhirnya menjadi korban awan panas guguran," tegas Suharyanto.


Halaman:

Tags

Terkini