berita

Kepala BNPB: Rumah Gadang, Kearifan Lokal Minangkabau untuk Mitigasi Bencana

Kamis, 8 Mei 2025 | 19:15 WIB
Rakor Kebencanaan BNPB di Sumatera Barat (Sumbar) pada Rabu (7/5/2025). (Dok. Pusdatin)



Suharyanto tidak segan menyebut Sumbar sebagai wilayah dengan potensi bencana yang sangat beragam.





"Sumbar merupakan salah satu wilayah dengan potensi bencana yang cukup lengkap. Meskipun dari Januari hingga Mei 2025 kejadian bencana relatif tidak masif, pemerintah daerah dan BNPB tetap tidak boleh lengah. Itulah mengapa langkah-langkah mitigasi seperti rakor hari ini menjadi sangat krusial," paparnya.





Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB menjabarkan beberapa ancaman bencana baik hidrometeorologi maupun geologi yang mengintai wilayah Sumbar.





Perhatian khusus diberikan pada zona Megathrust yang berpotensi memicu gempa besar dan tsunami di sepanjang pesisir Sumbar hingga Kepulauan Mentawai.





"Kita harus mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Latihan simulasi evakuasi perlu dilaksanakan secara mandiri dan berkesinambungan. BNPB sendiri telah melakukan pelatihan beberapa kali, serta membangun sejumlah shelter yang dapat menjadi tempat penyelamatan sementara," katanya.





Rumah Gadang: Kearifan Lokal sebagai Solusi Mitigasi





Hal menarik yang diangkat dalam rapat koordinasi ini adalah potensi kearifan lokal sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana.





Suharyanto mengungkapkan bahwa Rumah Gadang, rumah adat Minangkabau, memiliki ketahanan yang baik terhadap guncangan gempa bumi.





"Pada tahun 2022 saat terjadi gempa di Pasaman dan Pasaman Barat, kami menemukan fakta bahwa rumah gadang jauh lebih kokoh dibandingkan bangunan modern dari bata merah yang justru banyak roboh. Ini membuktikan bahwa nenek moyang kita sebenarnya sudah memiliki pemahaman tentang bagaimana membangun struktur yang tahan gempa," ungkap Suharyanto.

Halaman:

Tags

Terkini