Manajemen pemasaran sayuran sehat bersertifikat prima 3 harus dilakukan secara tepat agar bernilai jual yang tinggi. Sehingga para petani bisa menikmati keuntungan.
Jika manajemen pemasarannya kurang tepat, maka nilai jual sayuran sehat bersertifikat prima 3 akan sama dengan sayuran yang diproduksi secara konvensional.
Hal itu dikatakan Prof Ratni Prima Lita, Guru Besar Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Andalas (Unand) yang tergabung dalam Tim Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam.
Pengabdian masyarakat ini dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun untuk membantu agar usaha kelompok tani bisa berkembang.
Ratni mengatakan, mayoritas kelompok tani penghasil sayuran sehat bersertifikat prima 3 di Kecamatan Banuhampu masih menjual produk sayuran tersebut di pasar tradisional daerah setempat.
Baca Juga:
Dosen Unand Kembangkan Budidaya Sayuran Sehat dengan Teknik PHT di Agam
Dengan menjual di pasar tradisional, harga sayuran sehat bersertifikat prima 3 sama dengan harga sayuran yang diproduksi secara konvensional.