"Mengingat daerah kita yang luas dan tidak ada rumah sakit swasta, maka kami juga meminta beberapa dokter berkantor di Pustu agar pelayanan kesehatan semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat," ujar Annisa.
Selain mendekatkan tenaga medis kepada warga, Pemkab Dharmasraya menyediakan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat yang terindikasi mengalami ISPA akibat kabut asap. Pelayanan tersebut dapat diakses di Puskesmas Pembantu (Pustu) atau puskesmas terdekat.
Program pemeriksaan dan pengobatan gratis itu secara khusus ditujukan bagi warga Dharmasraya yang belum memiliki BPJS. Berdasarkan keterangan Annisa, layanan tersebut diberikan sampai dengan 19 November.
"Yang terpenting, kami juga memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis di Pustu atau puskesmas terdekat bagi masyarakat yang terindikasi ISPA akibat kabut asap, khususnya warga Dharmasraya yang belum memiliki BPJS, sampai dengan 19 November," katanya.
Bupati Dharmasraya Imbau Warga Tetap Pakai Masker
Annisa menegaskan, langkah-langkah tersebut dilakukan untuk memastikan gangguan pernapasan dapat diketahui dan ditangani sejak dini. Dengan demikian, masyarakat yang mengalami keluhan diharapkan tidak menunda pemeriksaan hingga kondisi kesehatannya semakin memburuk.
Pemkab Dharmasraya ingin memastikan warga yang mengalami gangguan pernapasan memperoleh penanganan sedini mungkin. Karena itu, masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mulai merasakan keluhan yang berkaitan dengan pernapasan.
Annisa juga mengingatkan masyarakat untuk terus menggunakan masker hingga kualitas udara membaik. Selain itu, aktivitas di luar ruangan perlu dikurangi guna meminimalkan paparan kabut asap yang masih berpotensi mengganggu kesehatan.
"Tetap gunakan masker hingga kualitas udara membaik. Di samping itu, kurangi aktivitas di luar ruangan serta segera periksakan diri jika mengalami keluhan pernapasan," tutur Annisa.