Hasil pengukuran dan pemeriksaan tersebut akan menjadi bagian dari kajian teknis untuk menentukan kelayakan penerapan teknologi ARSINUM di Pasia Laweh. Dengan demikian, rencana pemanfaatan teknologi tersebut perlu mempertimbangkan kondisi lokasi dan sumber air yang tersedia.
Rahmad Lasmono mengatakan survei lapangan merupakan salah satu langkah untuk mendukung pemulihan kebutuhan dasar masyarakat setelah bencana, terutama dalam penyediaan air minum yang aman.
“Melalui survei ini, kita ingin memastikan lokasi yang direncanakan benar-benar sesuai, baik dari sisi kesiapan lahan maupun sumber airnya. Hasil kajian teknis ini nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kelayakan penerapan teknologi ARSINUM bagi masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.
Ia berharap rencana penerapan teknologi pengolahan air siap minum tersebut dapat membantu masyarakat mendapatkan air yang aman dan layak untuk dikonsumsi. Kehadiran teknologi ARSINUM juga diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mendukung pemulihan kehidupan warga setelah bencana banjir dan tanah longsor.
Meski demikian, kelayakan penerapan teknologi tersebut masih perlu ditentukan berdasarkan hasil kajian teknis, termasuk kesesuaian lahan dan kondisi sumber air yang telah diperiksa oleh tim. (*)