Dalam keterangannya, Afdalisma menyebut UBH sebagai perguruan tinggi terbaik di lingkungan LLDIKTI Wilayah X. Ia juga menyoroti keberadaan sumber daya dosen yang dinilai berkualitas serta jumlah program studi unggul terbanyak di lingkungan lembaga tersebut.
Meski demikian, pembukaan program studi kedokteran perlu disertai komitmen untuk mempertahankan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Menurutnya, mahasiswa yang diterima pada tahun akademik ini merupakan angkatan pertama yang akan membawa nama Fakultas Kedokteran UBH.
Karena itu, proses pendidikan harus dibangun dengan budaya mutu, integritas, profesionalisme, serta orientasi pelayanan kepada masyarakat. Aspek-aspek tersebut dinilai penting dalam mempersiapkan mahasiswa menjalani pendidikan kedokteran dan kelak berkontribusi di bidang kesehatan.
"Pembukaan Program Studi Kedokteran harus diikuti dengan komitmen menjaga mutu secara berkelanjutan. Mahasiswa yang diterima hari ini merupakan generasi pertama yang akan membawa nama Fakultas Kedokteran UBH. Karena itu, proses pendidikan harus dibangun dengan budaya mutu, integritas, profesionalisme, dan orientasi pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Dinkes Sumbar Dorong Calon Dokter Junjung Integritas
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Aklima, menyambut kehadiran Fakultas Kedokteran UBH sebagai tambahan kekuatan dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan daerah.
Menurut Aklima, keberadaan institusi pendidikan kedokteran tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan sumber daya manusia sekaligus ekosistem kesehatan di Sumbar.
Ia juga mengingatkan mahasiswa baru agar menjadikan integritas sebagai landasan selama menempuh pendidikan maupun ketika nantinya menjalankan profesi sebagai dokter. Selain menguasai ilmu kedokteran, calon dokter perlu mengembangkan kemampuan bekerja sama, berkolaborasi, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan.