Untuk mendukung pencarian, petugas menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya kendaraan penyelamat, sepeda motor trail, RIB 02 Padang, RIB 03 Pasaman, LCR beserta motor penggerak, peralatan SAR air, perangkat komunikasi, peralatan medis, serta perahu nelayan.
"Salah satu faktor yang menjadi kendala dalam operasi tersebut adalah luasnya area pencarian," ungkap Hendri.
Sebelumnya, laporan mengenai dua perahu nelayan yang belum kembali diterima Kantor SAR Padang pada Rabu (14/10/2026) pukul 16.03 WIB. Informasi disampaikan Arman Syaputra, Wali Nagari Gasan Gadang.
Keempat nelayan itu berangkat melaut pada Selasa (13/10/2026) pukul 14.00 WIB bersama empat perahu jaring yang membawa total delapan nelayan. Mereka seharusnya kembali ke darat pada Rabu pukul 06.00 WIB.
Namun, saat laporan diterima, baru dua perahu dengan empat nelayan yang kembali. Dua perahu lainnya belum tiba sehingga memicu operasi pencarian oleh Kantor SAR Padang bersama unsur terkait.
Dalam laporan kondisi cuaca pada Kamis, kawasan pencarian diliputi kabut dengan kecepatan angin sekitar empat knot. Tinggi gelombang dilaporkan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. (*)