"Sementara itu, dua biduak lainnya yang juga membawa empat nelayan belum kembali. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas SAR untuk ditindaklanjuti melalui operasi pencarian dan pertolongan," katanya.
Empat nelayan yang belum kembali itu terdiri atas Edi (52) dan Tolen (55), yang berada di biduk 04. Keduanya berdomisili di Gasan Gadang.
Dua nelayan lainnya berada di biduak Pondok Mande, yakni Is Fadli (25) dan Tio Rusnaldi (25). Keduanya juga berasal dari Gasan Gadang.
"Dengan demikian, terdapat empat orang yang menjadi sasaran pencarian dalam kejadian dua perahu nelayan yang belum kembali dari perairan Tiku, Kabupaten Agam," kata Malik.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tujuh personel Rescuer Unit Siaga SAR Agam diberangkatkan pada Rabu pukul 16.19 WIB menuju lokasi kejadian atau Last Known Position (LKP).
Perjalanan menuju lokasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu jam 15 menit. Tim membawa sejumlah peralatan untuk mendukung pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan di wilayah perairan.
Peralatan yang disiapkan meliputi rescue truck, sepeda motor trail, LCR atau perahu karet beserta motor penggerak, peralatan SAR air, peralatan komunikasi, peralatan medis, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Pengerahan personel dan peralatan tersebut dilakukan untuk mendukung upaya pencarian terhadap empat nelayan yang belum kembali. Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Gosong Kain, perairan Tiku, Kabupaten Agam.