Ribuan Warga Terdampak Banjir
Berdasarkan laporan perkembangan banjir pada 10 Oktober 2026, sebanyak 1.183 KK terdampak di sembilan nagari dari total 10 nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Satu nagari lainnya dilaporkan dalam kondisi aman.
Jumlah warga yang terdampak mencapai 4.240 jiwa. Meski banjir mengakibatkan kerusakan rumah dan fasilitas umum, laporan tersebut menyebutkan tidak ada korban jiwa.
Warga yang harus meninggalkan rumah umumnya mengungsi ke kediaman keluarga yang tidak terdampak banjir. Pola pengungsian ini menjadi salah satu kondisi yang tercatat dalam laporan penanganan bencana di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, bersama Tim Tanggap Cepat Rahul, turun langsung meninjau lokasi banjir sekaligus melihat penanganan darurat. Peninjauan dan penanganan dilakukan pada Sabtu hingga Minggu (10–11/10/2026).
Jalan Nasional Longsor, Kampung Sako Terisolasi
Selain berdampak terhadap permukiman, banjir dan longsor turut mengganggu akses transportasi. Jalan nasional dilaporkan mengalami longsor di sekitar tujuh titik. Kondisi tersebut menyebabkan akses menuju Kampung Sako terputus total sehingga wilayah itu terisolasi.
Laporan juga menyebutkan aliran listrik di Kampung Sako padam. Sementara itu, ruas jalan nasional yang menghubungkan Tapan dengan Sungai Penuh mengalami kerusakan berupa jalan terban di Nagari Talang Balarik, Tapan.
Terputusnya akses jalan menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani dalam upaya pemulihan wilayah terdampak. Kerusakan pada jalur transportasi juga menjadi bagian penting dalam pendataan dampak bencana dan koordinasi antarlembaga.
Sekolah hingga Kantor Pemerintahan Terdampak
Banjir di Ranah Ampek Hulu Tapan juga berdampak pada fasilitas pendidikan. Berdasarkan laporan pemerintah daerah, terdapat enam gedung pendidikan anak usia dini (PAUD), tiga sekolah dasar (SD), dua sekolah menengah pertama (SMP), dan satu sekolah menengah kejuruan (SMK) yang terdampak.