Bakaua di Solok, Tradisi Minangkabau Penuh Makna di Balik RSBG 2026

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 12 Oktober 2026 | 16:07 WIB
Tradisi Bakaua menjadi salah satu bagian penting dalam perhelatan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 di Kota Solok, Sumatera Barat, Minggu (11/10/2026).
Tradisi Bakaua menjadi salah satu bagian penting dalam perhelatan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 di Kota Solok, Sumatera Barat, Minggu (11/10/2026).


Sumbardaily.com - Tradisi Bakaua menjadi salah satu bagian penting dalam perhelatan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 di Kota Solok, Sumatera Barat. Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, mengikuti prosesi adat tersebut pada Minggu (11/10/2026) sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Minangkabau.





Bakaua merupakan tradisi turun-temurun yang mengandung nilai kebersamaan, rasa syukur, serta harapan terhadap keberkahan dan kesejahteraan masyarakat. Prosesi ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan adat yang diwariskan para leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.





Keterlibatan Ramadhani dalam prosesi Bakaua menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Solok untuk mempertahankan identitas budaya daerah. Melalui RSBG 2026, pemerintah daerah berupaya menjadikan adat dan tradisi tidak hanya sebagai warisan masyarakat, tetapi juga sebagai potensi pariwisata yang dapat menarik wisatawan dan menggerakkan perekonomian warga.





Rang Solok Baralek Gadang tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan seni dan budaya. Perhelatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Kota Solok kepada khalayak yang lebih luas.





Tari massal angkat sejarah Kubuang Tigo Baleh





Memasuki penyelenggaraan kelima, RSBG berlangsung pada 10–13 Oktober 2026. Perhelatan budaya terbesar di Kota Solok ini dibuka pada Sabtu (10/10/2026), diawali dengan pawai budaya yang menampilkan kekayaan tradisi dan keberagaman budaya.





Rangkaian acara pembukaan kemudian digelar di Lapangan Merdeka Kota Solok. Salah satu penampilan yang memeriahkan pembukaan adalah tari massal Tapak Kubuang Tigo Baleh yang dibawakan siswa-siswi SMP se-Kota Solok.





Karya tari tersebut mengangkat semangat perjuangan, kepemimpinan adat, dan kebersamaan dalam membangun ranah kehidupan yang baru. Gerakan para penari yang berpadu dalam satu kesatuan menggambarkan nilai gotong royong dan musyawarah dalam membentuk daerah baru yang berlandaskan adat.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X