Selain keterampilan individu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya koordinasi, kepedulian, dan kerja sama antarmasyarakat ketika bencana terjadi. Keterlibatan warga dinilai diperlukan karena pertolongan awal sering kali dibutuhkan sebelum tenaga medis atau petugas terkait tiba di lokasi kejadian.
Dengan kemampuan dasar yang memadai, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami langkah yang perlu dilakukan saat keadaan darurat, tetapi juga dapat berperan aktif membantu orang-orang di sekitarnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Padang Panjang, Sonya Themiarto, menyampaikan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan petugas terkait, tetapi juga memerlukan partisipasi masyarakat.
Menurutnya, warga yang memahami dasar kesiapsiagaan dan pertolongan pertama diharapkan lebih mampu merespons keadaan darurat. Pengetahuan itu juga dapat membantu mengurangi risiko jatuhnya korban ketika bencana atau situasi yang mengancam keselamatan terjadi.
Sonya menekankan agar keterampilan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada peserta. Anggota KSB diharapkan menerapkan pengetahuan tersebut sekaligus membagikannya kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
"Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh serta membagikannya kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, kesiapsiagaan dan budaya sadar bencana dapat semakin mengakar di Padang Panjang," ujarnya.
Melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar ini, Dinkes Padang Panjang mendorong penguatan peran masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat. Kesiapan perlengkapan, pemahaman pertolongan awal, serta koordinasi warga diharapkan menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko korban jiwa saat bencana terjadi. (*)