Paolo juga menyebut campuran air dan material itu memiliki efektivitas lebih tinggi untuk memadamkan api dibandingkan air tanpa tambahan bahan tersebut.
“Penyemprotan air yang bercampur material ini mampu 10 kali efektif dibandingkan pemadaman api hanya dengan air,” ujarnya.
Libatkan BPBD, TNI, dan Manggala Agni
Uji coba di Kecamatan Tanjung Lago melibatkan Satuan Tugas Darat yang terdiri dari personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Manggala Agni. Sebelum menuju lokasi pengujian, tim penyedia memberikan pengarahan mengenai tata cara penggunaan material serta aspek keselamatan.
Pengujian tersebut bukan kali pertama dilakukan di Kabupaten Banyuasin. Realiza Anti Chamas sebelumnya telah dicoba di salah satu desa di wilayah itu.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyuasin, Reza Agust Perdana, mengatakan penggunaan material tersebut menunjukkan hasil yang dinilai berbeda dibandingkan pemadaman menggunakan air biasa.
“Hasilnya memang api cepat padam dan tidak menimbulkan asap,” ungkap Reza.
Ia menjelaskan, pemadaman kebakaran di lahan gambut dengan air tanpa campuran material tersebut masih menghasilkan asap. Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan untuk menguji bahan tambahan yang diharapkan dapat membantu proses pemadaman.
“Kami berharap material ini dapat dimanfaatkan untuk pemadaman karhutla di lahan gambut,” ujarnya.