Limbah Dapur MBG Bikin Ikan Mati, Wako Padang Panjang Minta Pengawasan SPPG Diperketat

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 10 Oktober 2026 | 14:05 WIB
Rapat Koordinasi Satgas MBG Padang Panjang bersama Forkopimda di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (9/10/2026). (Foto: Kominfo Padang Panjang)
Rapat Koordinasi Satgas MBG Padang Panjang bersama Forkopimda di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (9/10/2026). (Foto: Kominfo Padang Panjang)



Tujuh SPPG Layani 19.143 Penerima Manfaat





Dalam rapat tersebut, Wakil Satgas MBG Kota Padang Panjang, Ade Nafrita, menyampaikan bahwa saat ini terdapat tujuh SPPG yang telah beroperasi di wilayah tersebut. Seluruh unit itu melayani total 19.143 penerima manfaat program MBG.





Tujuh SPPG tersebut tersebar di Kelurahan Ekor Lubuk, Bukit Surungan, Silaing Atas, Sigando, Koto Panjang, serta dua unit di Guguk Malintang. Setiap SPPG dikelola oleh yayasan yang berbeda untuk mendukung penyaluran program kepada masyarakat.





Hendri berharap seluruh pengelola SPPG dapat menjaga kepercayaan yang diberikan dengan menjalankan program secara bertanggung jawab. Menurutnya, pengawasan dan koordinasi yang berjalan baik menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat MBG benar-benar dirasakan masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus.





MBG Didorong Gerakkan Ekonomi Lokal





Selain membahas pengawasan dapur dan mutu makanan, rapat koordinasi tersebut juga membicarakan upaya agar pelaksanaan program MBG ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.





Salah satu hal yang dibahas adalah pemenuhan kebutuhan bahan pangan untuk dapur SPPG. Produksi masyarakat dan potensi lokal tetap menjadi prioritas dalam memenuhi kebutuhan tersebut.





Apabila produksi lokal belum mampu mencukupi permintaan, kekurangan pasokan dapat dipenuhi dari daerah sekitar atau wilayah penyangga (hinterland). Skema ini diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran penyediaan bahan pangan bagi seluruh SPPG yang beroperasi.





Gagasan lainnya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan telur untuk program MBG. Mulai 2027, aparatur sipil negara (ASN) direncanakan dilibatkan dalam pemeliharaan ayam petelur di rumah masing-masing.





Gagasan yang disampaikan Hendri tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan telur sehingga kebutuhan program MBG dapat terpenuhi. Rencana itu juga menjadi bagian dari pembahasan mengenai dukungan terhadap pasokan pangan untuk program tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X