Berdasarkan estimasi peta guncangan atau shakemap, gempa dirasakan di wilayah Kepulauan Mentawai dengan intensitas III MMI.
Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan secara nyata di dalam rumah. Sensasi guncangannya digambarkan menyerupai kondisi ketika sebuah truk melintas.
Meski getaran dilaporkan dapat dirasakan, hingga informasi tersebut disampaikan belum terdapat laporan mengenai kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Di tengah kejadian gempa tersebut, hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa bermagnitudo 4,6 itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Kepastian tersebut menjadi salah satu informasi penting bagi masyarakat setelah wilayah Kepulauan Mentawai diguncang gempa tektonik pada Jumat sore.
BMKG juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas kegempaan setelah kejadian utama. Hingga Jumat (9/10/2026) pukul 17.06 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.
Dengan demikian, berdasarkan pemantauan hingga waktu tersebut, belum terdeteksi gempa susulan setelah gempa bermagnitudo 4,6 mengguncang kawasan Kepulauan Mentawai.
"Meski tidak berpotensi tsunami dan belum terdapat laporan kerusakan, masyarakat tetap diminta memperhatikan kondisi bangunan serta memastikan keamanan lingkungan tempat tinggal masing-masing," kata Tony.