"Secara teknis persoalan jalan kita serahkan ke Dinas PU. Pada saat ini kita simpulkan bahwa jalan ditutup total, karena kondisi jalan memang rusak berat dan membahayakan bagi masyarakat yang lewat, baik itu roda dua atau roda empat," ujar Alfian, dikutip Jumat (9/10/2026).
Keputusan tersebut diambil agar tidak ada masyarakat yang mengalami kecelakaan akibat memaksakan diri melintasi bagian jalan yang rusak. Kondisi badan jalan yang berlubang, retak, dan runtuh menjadi alasan utama pemerintah memberlakukan penutupan secara menyeluruh.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pembatasan akses yang telah diberlakukan. Keselamatan pengguna jalan menjadi pertimbangan utama selama kondisi infrastruktur tersebut belum ditangani dan dinyatakan aman untuk dilewati kembali.
Pengendara Diminta Menggunakan Jalur Alternatif
Seiring penutupan Jalan Luruih Sawah Bandang, masyarakat yang biasa menggunakan akses tersebut diminta mencari jalur alternatif untuk melanjutkan perjalanan. Pengguna jalan diimbau mematuhi keputusan penutupan sampai proses penanganan oleh Dinas PU dilakukan.
Alfian menjelaskan, pemerintah nagari sebelumnya telah menyatakan jalan tersebut ditutup dan meminta masyarakat tidak melintas. Namun, masih ada warga yang menerobos penutupan untuk melewati jalur tersebut.
Situasi itu menimbulkan kekhawatiran karena kerusakan jalan berpotensi membahayakan siapa pun yang melintas, terutama ketika sebagian badan jalan telah runtuh akibat gerusan air sungai.
"Sebelumnya Jalan Luruih Sawah Bandang sudah dinyatakan ditutup oleh pemerintah nagari agar tidak dilewati. Namun, masyarakat ada saja menerobos. Untuk menghindari kejadian yang tidak kita inginkan, maka Jalan Luruih Sawah Bandang kita tutup," kata Alfian.
Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memahami alasan penutupan tersebut dan tidak memaksakan diri melewati jalan yang mengalami kerusakan. Penggunaan jalur alternatif menjadi pilihan sementara sampai perbaikan infrastruktur dapat dilaksanakan.