Keterlibatan perguruan tinggi dalam program pendidikan bagi masyarakat tersebut dinilai sejalan dengan tujuan lebih luas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam upaya mengakhiri kemiskinan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Rektor UNP Ir. Krismadinata, Ph.D juga menekankan pentingnya hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah. Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan untuk memperkuat program pengentasan kemiskinan sekaligus mencerdaskan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Krismadinata menyampaikan hal itu saat membuka acara kuliah umum. Ia menilai banyak hal yang dapat dibahas bersama antara perguruan tinggi dan pemerintah, khususnya Kementerian Sosial, terkait persoalan kemiskinan dan pembangunan sosial.
“Banyak hal yang bisa didiskusikan dalam pengentasan kemiskinan dan pembangunan sosial pada kuliah umum. Terimakasih atas kehadirannya di UNP. Bersama-sama kita berdiskusi dalam upaya mengentas kemiskinan di Indonesia,” ucap Rektor.
Kuliah umum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif pemerintah dan perguruan tinggi dalam membahas persoalan sosial. Kegiatan dimoderatori oleh Dr. Zikri Alhadi, S.IP., MA.
Sejumlah unsur pimpinan dan pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka di antaranya Senior Eksekutif, Ketua dan Sekretaris SAU, Sekretaris MWA, Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Direktur serta pimpinan di lingkungan UNP.
Selain jajaran UNP, kegiatan itu juga dihadiri Staf Khusus Menteri dan Kepala Dinas Sosial Sumatera Barat.
Tema yang diangkat dalam kuliah umum tersebut juga berkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, kegiatan itu sejalan dengan SDGs 1 tentang Tanpa Kemiskinan.