"Capaian ini terus ditingkatkan karena masyarakat membutuhkan kepastian tempat tinggal tentunya, dan kita berharap bahwa ini akan selesai tepat pada waktu yang ditentukan," ujarnya.
Pemulihan pascabencana juga tidak hanya menyangkut infrastruktur fisik dan tempat tinggal. Layanan dasar masyarakat di tiga provinsi tersebut turut menjadi bagian dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Fasilitas kesehatan dan pendidikan dilaporkan telah kembali berfungsi secara fungsional 100 persen. Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam pemulihan aktivitas masyarakat setelah bencana.
Untuk rumah ibadah, dari total 1.593 unit yang terdampak, sebanyak 1.558 unit telah kembali beroperasi. Artinya, pemulihan masih terus dilakukan terhadap rumah ibadah yang belum kembali berfungsi.
Selain itu, rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap 490 lembaga pendidikan keagamaan juga masih berjalan. Pemulihan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan layanan pendidikan masyarakat di wilayah terdampak.
Layanan dasar lainnya juga telah kembali berfungsi 100 persen. Hal itu mencakup pasokan listrik, layanan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), serta akses internet di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di sisi lain, Satgas PRR masih melakukan normalisasi sungai dan muara. Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko terjadinya bencana lanjutan di wilayah terdampak.