Persoalan kemudian berkembang setelah salah seorang penumpang yang merasa terganggu ikut menegur rombongan tersebut. Teguran antarpengguna jasa itu kemudian memicu perselisihan di dalam kereta.
Petugas yang berada di dalam KA Lembah Anai segera mengambil tindakan untuk mencegah situasi berkembang lebih jauh. Pihak yang terlibat perselisihan dilerai dan petugas berupaya menyelesaikan persoalan secara persuasif.
“Petugas segera melakukan penanganan untuk mencegah situasi semakin meluas. Setelah diberikan pemahaman dan arahan, petugas juga menawarkan kepada penumpang yang terlibat untuk berpindah ke rangkaian kereta lainnya. Penumpang bersedia, sehingga situasi di dalam kereta api kembali aman dan terkendali,” jelas Reza.
Petugas Sampaikan Imbauan kepada Penumpang
Penanganan tidak hanya dilakukan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam perselisihan. Petugas KAI juga menyampaikan pengumuman kepada seluruh penumpang yang berada di dalam kereta.
Melalui pengumuman tersebut, penumpang diminta menjaga ketenangan selama perjalanan. Pengguna jasa juga diingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain.
KAI menekankan pentingnya menghormati hak setiap pelanggan untuk mendapatkan perjalanan yang aman dan nyaman. Hal itu menjadi perhatian karena kereta api merupakan ruang publik yang digunakan secara bersama-sama.
Setiap pelanggan memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga suasana perjalanan tetap tertib. Bentuknya antara lain berbicara dengan volume suara yang wajar, tidak membuat kegaduhan, serta menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu pengguna jasa lainnya.
Selain itu, penumpang diminta mengikuti arahan petugas selama perjalanan. Ketika muncul persoalan, KAI mengingatkan agar penyelesaiannya dilakukan dengan cara yang baik sehingga tidak berkembang menjadi konflik.