Secara kumulatif Januari-Agustus 2026, perjalanan wisnus asal kabupaten/kota di Sumatera Barat mencapai 14.416.943 perjalanan. Angka ini meningkat 0,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Dari sisi akomodasi, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Barat pada Agustus 2026 tercatat 50,08 persen. Angka tersebut turun 1,78 persen poin dibandingkan bulan sebelumnya.
TPK hotel nonbintang juga mengalami penurunan. Pada Agustus 2026, tingkat penghunian kamar hotel nonbintang berada di angka 16,87 persen atau turun 2,66 persen poin dibandingkan Juli 2026.
Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) asing dan Indonesia di hotel berbintang justru meningkat. Pada Agustus 2026, RLMT tercatat 1,30 malam atau bertambah 0,07 malam dibandingkan bulan sebelumnya.
BPS menjelaskan, data perkembangan statistik pariwisata Sumatera Barat mencakup jumlah wisman, perjalanan wisnus tujuan Sumatera Barat, TPK hotel bintang dan nonbintang, serta rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia di hotel berbintang.
Perjalanan wisnus merupakan perjalanan penduduk Indonesia dari tempat tinggal biasanya menuju lokasi di luar lingkungan sehari-hari di wilayah Indonesia secara sukarela selama kurang dari 12 bulan dan bukan untuk bekerja atau bersekolah secara rutin.
Sementara itu, TPK menunjukkan perbandingan antara jumlah malam kamar yang terpakai dan jumlah malam kamar yang tersedia. Adapun RLMT digunakan untuk mengetahui rata-rata lama seorang tamu menginap di akomodasi dalam periode tertentu.
Data Agustus 2026 tersebut menunjukkan adanya perbedaan dinamika antara pasar wisata lokal dan internasional. Ketika perjalanan wisatawan nusantara menuju berbagai daerah di Sumatera Barat mengalami penurunan secara bulanan, termasuk penurunan paling tajam di Bukittinggi sebesar 20,54 persen, arus kedatangan wisatawan mancanegara melalui BIM justru meningkat lebih dari separuh dibandingkan bulan sebelumnya. (*)