BPS menjelaskan statistik pariwisata tersebut mencakup sejumlah indikator, mulai dari jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui pintu imigrasi BIM, perjalanan wisatawan nusantara tujuan Sumatera Barat, tingkat penghunian kamar hotel bintang dan nonbintang, hingga rata-rata lama menginap tamu.
Untuk hotel berbintang, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) asing dan Indonesia pada Agustus 2026 tercatat 1,30 malam. Angka itu meningkat 0,07 malam dibandingkan bulan sebelumnya.
BPS menjelaskan perjalanan wisnus merupakan perjalanan yang dilakukan penduduk Indonesia dari tempat tinggal biasanya menuju tempat di luar lingkungan sehari-hari di wilayah geografis Indonesia secara sukarela selama kurang dari 12 bulan dan bukan untuk bekerja atau sekolah secara rutin.
Sementara itu, TPK merupakan perbandingan antara jumlah malam kamar yang terpakai dan jumlah malam kamar yang tersedia dalam satu periode, yang dinyatakan dalam persen.
Adapun RLMT asing dan Indonesia digunakan untuk mengetahui berapa lama seorang tamu menginap di suatu akomodasi pada waktu tertentu.
Data Agustus 2026 tersebut memperlihatkan dua pergerakan berbeda. Saat perjalanan wisnus dan tingkat hunian hotel mengalami penurunan dibandingkan Juli, kedatangan wisatawan mancanegara justru melonjak hingga lebih dari 60 persen.
Dominasi Malaysia menjadi bagian paling mencolok dari peningkatan tersebut. Dari 10.217 kunjungan wisman ke Sumatera Barat pada Agustus, sebanyak 7.696 di antaranya merupakan wisatawan asal Malaysia. (*)