Stasiun Kuraitaji, misalnya, mencatat peningkatan dari 79 pelanggan WNA pada Januari-Agustus 2025 menjadi 154 pelanggan pada periode yang sama 2026. Pertumbuhannya mencapai 94,94 persen.
Stasiun Kayutanam juga mencatat kenaikan cukup besar, dari 44 pelanggan menjadi 78 pelanggan atau tumbuh 77,27 persen.
Adapun Stasiun Sicincin menjadi salah satu titik dengan persentase pertumbuhan paling tinggi. Jumlah pelanggan WNA di stasiun tersebut meningkat dari 25 orang menjadi 78 orang. Dengan demikian, pertumbuhannya mencapai 212 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penggunaan kereta api oleh WNA tidak hanya terkonsentrasi pada stasiun dengan volume pelanggan besar. Sejumlah stasiun lain juga mulai mencatat peningkatan jumlah pengguna asing.
“Pertumbuhan di berbagai stasiun menjadi hal yang menarik untuk terus kami cermati. Tidak hanya melihat besarnya angka secara persentase, kami juga melihat persebaran pelanggan WNA di berbagai titik layanan. Hal ini memberikan gambaran bahwa kebutuhan mobilitas WNA menggunakan kereta api terdapat di lebih banyak wilayah,” jelas Reza.
Stasiun BIM Jadi Titik dengan Pengguna WNA Terbanyak
Dalam catatan kumulatif sejak 2022 hingga Agustus 2026, Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi stasiun dengan jumlah pemanfaatan layanan oleh WNA tertinggi.
Total pelanggan WNA yang tercatat di Stasiun BIM mencapai 10.229 orang dalam periode tersebut.
Posisi berikutnya ditempati Stasiun Padang dengan 5.681 pelanggan. Setelah itu terdapat Stasiun Pariaman dengan 2.889 pelanggan dan Stasiun Air Tawar sebanyak 1.861 pelanggan.