Karena itu, pembinaan atlet dinilai membutuhkan kompetisi yang dilaksanakan secara teratur dan berjenjang. Mahyeldi menekankan pentingnya memperluas agenda olahraga agar atlet memiliki kesempatan meningkatkan jam terbang sekaligus pengalaman bertanding.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, katanya, terus mendorong lahirnya berbagai kegiatan olahraga. Agenda tersebut tidak hanya berupa kompetisi antardaerah, tetapi juga olahraga serumpun hingga kompetisi internasional yang melibatkan negara-negara di kawasan Samudra Hindia.
Selain menjadi sarana pembinaan prestasi, kegiatan olahraga juga dinilai mempunyai kaitan dengan pergerakan ekonomi daerah. Atas pertimbangan tersebut, pelaksanaan Porprov Sumbar 2026 tidak dipusatkan hanya di satu daerah, melainkan didistribusikan ke 12 kabupaten/kota di Sumbar.
Penyebaran lokasi penyelenggaraan tersebut diharapkan membuat manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah yang menjadi lokasi pertandingan.
“Olahraga ini juga menjadi bagian yang menggerakkan perekonomian daerah. Ketika pelaksanaannya kita sebar ke kabupaten/kota, tentu akan memberikan dampak ekonomi kepada UMKM dan masyarakat di masing-masing daerah,” jelas Mahyeldi.
Pada penyelenggaraan Porprov Sumbar 2026, pemerintah menerapkan skema tuan rumah bersama. Sebanyak 12 daerah dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan dari total 19 kabupaten/kota yang ada di Sumbar.
Ke-12 daerah tersebut terdiri atas Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Pariaman, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.
"Kita menerapkan skema tuan rumah bersama untuk kegiatan ini. Dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, 12 daerah di antaranya akan bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan," ungkapnya.