Ia menegaskan bahwa aktivitas Pertamina tidak hanya berkaitan dengan distribusi energi. Perusahaan juga menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada masyarakat.
“Melalui dukungan upaya pemulihan ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat sinergi dan hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar," katanya.
Dukungan tersebut diberikan ketika proses penanganan bencana masih berlangsung dan pemerintah daerah masih mengevaluasi kebutuhan di lapangan.
Dengan masa tanggap darurat yang ditetapkan hingga 5 Oktober 2026, perkembangan kondisi masyarakat dan penanganan bencana menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah berikutnya.
"Bagi warga terdampak, pemulihan bukan sekadar berakhirnya masa darurat. Kembalinya anak-anak ke sekolah, terpenuhinya kebutuhan sehari-hari, serta dukungan bagi tim yang masih bekerja menjadi bagian dari proses untuk mengembalikan aktivitas masyarakat setelah diterjang galodo," pungkas Fahrougi. (*)