Rocky membedakan antara mengkritik dan bersikap kritis. Ia mengatakan Wantimpres memiliki fungsi untuk bersikap kritis terhadap kebijakan yang nantinya menjadi bahan pertimbangan Presiden.
“Kalau mengkritik, dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan,” kata Rocky seusai pelantikan di Istana Negara, Jumat.
Pernyataan tersebut menjadi penjelasan Rocky mengenai peran yang akan dijalankannya setelah resmi menjadi bagian dari Wantimpres. Ia menegaskan fungsi kritis tetap menjadi bagian dari tugasnya di lembaga tersebut.
Keberadaan Rocky di Wantimpres juga menjadi perkembangan baru dalam hubungannya dengan Prabowo. Keduanya sebelumnya diketahui pernah berinteraksi dalam sejumlah kesempatan.
Salah satu pertemuan yang disebut dalam draf tersebut terjadi pada 27 April 2026. Saat itu, Rocky terlihat berbincang dengan Prabowo dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya seusai pelantikan sejumlah pejabat negara di Istana.
Dalam kesempatan tersebut, Rocky mengatakan hubungannya dengan Prabowo telah berlangsung cukup lama. Ia menyebut dirinya dan Prabowo pernah menjadi rekan berdiskusi.
“Sama Pak Prabowo ya saya salaman tadi, dan Pak Prabowo kan teman saya diskusi dulu-dulu,” ujar Rocky ketika itu.
Rocky juga menceritakan percakapannya dengan Prabowo dalam kesempatan tersebut. Ia menyebut dirinya sebagai “disiden”, istilah yang digunakan untuk menggambarkan posisi yang tidak selalu sejalan dengan pandangan seseorang atau kelompok.