Nurhayati mengatakan koordinasi antarpihak menjadi salah satu bagian penting dalam tahapan Pilwana tahun ini. Pengamanan diperlukan untuk memastikan logistik tetap terjaga sejak proses distribusi hingga digunakan dalam pemungutan suara.
Selain itu, pelaksanaan Pilwana yang dilakukan secara serentak membuat proses distribusi perlu memperhitungkan jarak dan kondisi masing-masing nagari. Karena itu, pengiriman dilakukan secara berjenjang agar kebutuhan pemilihan dapat tersedia di setiap lokasi sebelum pencoblosan.
Pilwana Serentak Kabupaten Solok Selatan 2026 akan digelar di 39 nagari definitif. Masyarakat di nagari yang melaksanakan pemilihan dijadwalkan memberikan suara pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Tahapan Pilwana sebelumnya telah dimulai dari proses pendaftaran bakal calon wali nagari. Pendaftaran berlangsung pada 1-9 Agustus 2026.
Berdasarkan data Dinas Sosial PMD Solok Selatan, terdapat 170 orang yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali nagari. Para pendaftar tersebut berasal dari 39 nagari yang mengikuti Pilwana Serentak Kabupaten Solok Selatan 2026.
Dengan jadwal pemungutan suara yang semakin dekat, pemerintah kini memusatkan persiapan pada penyelesaian logistik, distribusi ke wilayah pemilihan, serta pengamanan setelah logistik tiba di nagari.
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju pemungutan suara Pilwana Serentak Solok Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2026. (*)