Dengan demikian, penyelenggaraan Porprov di Bukittinggi tidak hanya berfokus pada kesiapan lokasi pertandingan. Aspek pelaksanaan yang menyesuaikan dengan nilai dan kearifan lokal juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis yang juga menjabat Ketua Kontingen Kota Bukittinggi mengatakan Porprov kembali digelar setelah sempat vakum selama delapan tahun.
Menurutnya, pelaksanaan terakhir Porprov berlangsung pada 2018 di Padang Pariaman. Setelah jeda tersebut, ajang olahraga tingkat Sumatera Barat itu kembali digelar pada 2-14 Oktober 2026.
Porprov XVI Sumbar 2026 mengusung tema semangat gotong royong dan kebersamaan. Penyelenggaraan pertandingan pun tidak hanya berpusat di satu daerah, tetapi tersebar di delapan kabupaten dan kota yang menjadi tuan rumah.
Kota Bukittinggi menjadi salah satu daerah yang mendapat tugas sebagai tuan rumah dengan menangani pertandingan tiga cabang olahraga.
"Harapan kita, Porprov ini sukses dari segi pelaksanaan, sukses dari segi prestasi, serta sukses dalam hal pelayanan. Sebagai tuan rumah, kita ingin melayani seluruh kontingen sebaik mungkin dan membuat mereka senang berada di Bukittinggi," ujarnya.
Dari sisi kesiapan, Pemkot Bukittinggi menyebut persiapan sebagai tuan rumah tiga cabang olahraga telah berada pada kisaran 70 hingga 75 persen.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh persiapan dapat diselesaikan sebelum pertandingan dimulai pada 5 Oktober 2026. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan pertandingan dapat berjalan sesuai jadwal.