Sumbardaily.com – Bagi pencinta rendang dan ayam pop, kalimat "Bila Anda puas beritahu teman, bila tidak puas beritahu kami" tentu bukan sesuatu yang asing. Slogan yang kerap terpampang di dinding Rumah Makan (RM) Padang itu ternyata bukan sekadar pemanis ruangan.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (Unand), Berri Brilliant Albar, menjelaskan slogan tersebut menyimpan strategi pemasaran yang jika dibedah menggunakan perspektif bisnis modern, menggabungkan dua konsep besar, yakni Word of Mouth (WOM) atau getok tular dan Service Recovery atau pemulihan layanan.
Menurut Berri, menariknya, konsep yang biasa dibahas dalam manajemen bisnis tersebut justru telah diterapkan secara sederhana oleh warung tradisional.
"Kalimat 'Bila Anda puas beritahu teman, bila tidak puas beritahu kami' sebenarnya adalah strategi pemasaran tingkat tinggi yang menggabungkan dua teori besar, yaitu Word of Mouth dan Service Recovery," jelas Berri, dilansir dari Kepakaran Unand, Rabu (30/9/2026).
Membakar Mesin Word of Mouth
Berri menjelaskan, bagian pertama dari slogan tersebut, yakni "Bila Anda puas beritahu teman", merupakan cara untuk memicu Positive Word of Mouth (PWOM).
Dalam dunia pemasaran, promosi dari mulut ke mulut merupakan salah satu bentuk pemasaran tertua sekaligus sangat kuat. Kondisi tersebut semakin relevan ketika konsumen saat ini berhadapan dengan begitu banyak informasi iklan.
Konsumen dapat mengalami kejenuhan informasi atau advertising fatigue. Karena itu, rekomendasi jujur dari seorang teman yang baru saja menikmati kelembutan rendang atau kegurihan gulai kepala kakap dapat memiliki tingkat kepercayaan atau trustability yang jauh lebih tinggi dibandingkan iklan papan reklame bernilai puluhan juta rupiah.