Potongan Kaki Ditemukan di Lokasi Galodo Solok, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 30 September 2026 | 06:01 WIB
Bencana banjir bandang atau galodo yang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9/2026). (Foto: BPJN Sumbar)
Bencana banjir bandang atau galodo yang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9/2026). (Foto: BPJN Sumbar)



Pada seluruh bagian permukaannya terdapat rambut lebat berwarna hitam. Kondisi tersebut menjadi salah satu karakteristik yang diperhatikan dalam pemeriksaan terhadap benda yang sebelumnya diduga sebagai potongan tubuh manusia.





Selain rambut, struktur jari pada bagian kaki juga memperlihatkan karakteristik yang berbeda dengan anatomi manusia. Jari-jari kaki tersebut memiliki susunan tertentu, sementara bagian jempol terlihat berukuran relatif lebih panjang dibandingkan jari lainnya.





Karakteristik fisik tersebut kemudian menjadi dasar dalam pemeriksaan luar yang dilakukan dokter. Dari hasil pengamatan terhadap bentuk dan struktur bagian tubuh yang ditemukan, dokter menyimpulkan bahwa benda tersebut tidak tampak sebagai potongan tubuh manusia.





Hasil pemeriksaan itu sekaligus menjawab tanda tanya yang sebelumnya muncul setelah temuan tersebut diketahui masyarakat. Dugaan awal mengenai potongan tubuh manusia tidak terbukti berdasarkan pemeriksaan medis yang dilakukan di RSUD Arosuka.





Dengan demikian, informasi mengenai benda yang ditemukan di kawasan terdampak banjir bandang tersebut tidak lagi semata-mata berdasarkan dugaan awal. Pemeriksaan terhadap ciri fisik dan anatominya menunjukkan bahwa bagian tersebut merupakan potongan kaki hewan yang disebut sejenis simpanse.





Polisi Ingatkan Warga Tak Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi





Polres Solok turut mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menyikapi informasi terkait temuan benda maupun bagian tubuh di kawasan bencana. Masyarakat diminta tidak langsung menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.





Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah munculnya keresahan akibat kabar yang belum terverifikasi. Terlebih, temuan tersebut berada di kawasan yang sebelumnya terdampak banjir bandang sehingga informasi mengenai kondisi di lapangan dapat menjadi perhatian masyarakat.





“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait temuan benda atau bagian tubuh di kawasan bencana,” sebut Indra.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X