Informasi tinggi gelombang tersebut diterbitkan Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur pada Jumat, 25 September 2026.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, Djunaidi Misbach, S.Tr, tercantum sebagai pihak yang mengeluarkan informasi tersebut.
BMKG melalui informasi itu pada dasarnya memetakan wilayah yang berpotensi mengalami gelombang 1,25-2,5 meter dan wilayah yang berpeluang menghadapi gelombang lebih tinggi hingga 4 meter.
Wilayah Perairan Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai menjadi kawasan dengan potensi gelombang tertinggi dalam peringatan yang berlaku hingga 28 September 2026 pukul 19.00 WIB.
Sementara itu, Perairan Agam-Pasaman Barat, Padang-Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, dan Timur Sipora masuk dalam wilayah yang berpeluang mengalami gelombang 1,25-2,5 meter.
Selain tinggi gelombang, arah dan kecepatan angin serta kondisi cuaca juga menjadi bagian dari informasi BMKG. Angin diprediksi bergerak dari tenggara selatan dengan kecepatan 10-22 knot, sedangkan kondisi cuaca secara umum diprakirakan berawan hingga hujan sedang.
Dengan adanya peringatan tersebut, keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama selama periode berlakunya informasi tinggi gelombang. Terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal ferry yang memiliki ambang risiko berbeda berdasarkan kecepatan angin dan ketinggian gelombang.