Melalui program tersebut, para santri tidak hanya diarahkan untuk memahami persoalan kependudukan. Mereka juga mendapatkan pembekalan mengenai sikap dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan terkait kependudukan.
Pembekalan itu kemudian diarahkan pada kemampuan santri dalam merencanakan kehidupan mereka ke depan. Mulai dari pendidikan, pekerjaan, kehidupan berkeluarga, hingga keterlibatan dalam pembangunan.
Tim MAS Kauman Muhammadiyah juga memaparkan sejumlah inovasi yang dikembangkan untuk mendukung keberlanjutan penerapan SSK. Salah satunya dengan menjadikan lingkungan madrasah sebagai ruang edukasi mengenai kependudukan.
Selain itu, santri dilibatkan dalam penyebarluasan informasi terkait kependudukan. Madrasah juga membangun kolaborasi bersama Pemerintah Daerah dan BKKBN sebagai bagian dari penguatan pelaksanaan program.
Keikutsertaan MAS Kauman Muhammadiyah Padang Panjang dalam seleksi nasional tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kota Padang Panjang.
Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra mengatakan pendidikan kependudukan di sekolah dan madrasah memiliki peran dalam menyiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi.
“Program Sekolah Siaga Kependudukan ini penting karena memberikan bekal kepada generasi muda untuk memahami persoalan kependudukan sekaligus merencanakan masa depan dengan baik. Kita berharap apa yang telah dilakukan MAS Kauman Muhammadiyah dapat menjadi contoh bagi sekolah dan madrasah lainnya,” ujarnya.
Dengan mengikuti seleksi tingkat nasional, MAS Kauman Muhammadiyah Padang Panjang membawa berbagai praktik penerapan SSK yang telah dilakukan di lingkungan madrasah untuk dipresentasikan kepada Tim Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.