Penyelenggaraan pelatihan dan simulasi tersebut mendapat dukungan penuh dari PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Ruas Kutepat.
Sinergi antara Hamawas sebagai pemegang konsesi dan HKA sebagai operator layanan operasi menjadi fondasi dalam menjaga standar keselamatan sekaligus kualitas pelayanan di ruas tol tersebut. Kolaborasi itu juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan menghadapi kondisi darurat secara berkelanjutan.
HKA: Rasa Aman Pengguna Jalan Bagian dari Layanan
Direktur Operasi HKA Aminudin Azis mengatakan pelatihan vertical rescue menjadi bentuk kesiapan perusahaan dalam menjawab tantangan operasional di Ruas Tol Kutepat yang memiliki kondisi geografis menantang.
Menurut Azis, kesiapan petugas tidak cukup hanya diarahkan untuk menghadapi insiden yang terjadi di badan jalan. Petugas juga perlu memiliki kemampuan menangani keadaan darurat yang terjadi di titik-titik yang sulit dijangkau.
"Setiap ruas memiliki tantangannya sendiri. Di Kutepat, kami tidak bisa hanya bersiap untuk kejadian di badan jalan, tetapi juga untuk kondisi darurat di titik-titik yang sulit dijangkau. Karena itu, kami membekali petugas dengan kemampuan pertolongan di ketinggian bersama Basarnas, agar ketika situasi itu terjadi, mereka sudah siap dan tahu apa yang harus dilakukan," ujar Azis, dikutip Jumat (25/9/2026).
Ia menilai apresiasi yang diberikan Basarnas melalui piagam penghargaan menjadi dorongan bagi HKA untuk terus meningkatkan kesiapan petugas layanan operasi.
"Apresiasi dari Basarnas ini kami maknai sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kesiapan petugas. Capaian ini juga tidak lepas dari dukungan Hamawas yang memiliki komitmen yang sama terhadap keselamatan pengguna jalan. Bagi kami, rasa aman pengguna jalan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari layanan operasi," tambahnya.