"Kita akan membantu kebutuhan air bersih masyarakat. TNI akan berupaya memastikan warga terdampak tetap mendapatkan air yang layak untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk air RO siap minum," ujarnya dikutip Kamis (24/9/2026).
Upaya penanganan tidak hanya dilakukan melalui pengerahan personel. TNI juga membangun posko terpadu yang digunakan untuk mendukung proses penanganan sekaligus pemulihan bencana di wilayah terdampak.
Posko terpadu tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Di antaranya dapur umum dan rumah sakit lapangan, serta unsur yang membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana.
Dukungan terhadap masyarakat juga diberikan melalui penyediaan sarana komunikasi. TNI membantu menyediakan perangkat penguat sinyal untuk mendukung kelancaran komunikasi masyarakat yang berada di wilayah terdampak banjir bandang.
Pengerahan 618 prajurit dari berbagai satuan tersebut menjadi bagian dari langkah TNI dalam mempercepat penanganan bencana di Kabupaten Solok. Personel dikerahkan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak galodo sekaligus mendukung proses pemulihan agar aktivitas warga dapat kembali berjalan secara bertahap.
Dengan dukungan personel, fasilitas posko terpadu, kebutuhan air bersih, layanan pendukung, hingga perangkat komunikasi, penanganan diarahkan untuk membantu masyarakat selama masa tanggap darurat serta mempersiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana galodo di Kabupaten Solok. (*)