"Dengan menggunakan QRIS, diharapkan transaksi masyarakat menjadi lebih efisien, cepat, mudah, murah aman dan handal atau lebih dikenal dengan CEMUMUAH," lanjutnya.
Dalam pelaksanaan Gerakan Pasar Murah tersebut, masyarakat dapat menemukan berbagai kebutuhan pangan dengan harga yang telah ditetapkan. Salah satunya telur yang dijual Rp48.000 per tray untuk ukuran kecil dan Rp50.000 per tray untuk ukuran besar.
Selain telur, tersedia sayur dengan harga Rp5.000 per plastik. Kentang juga dijual dengan harga Rp13.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan beras, masyarakat dapat membeli beras kemasan 10 kilogram dengan harga Rp154.000. Sementara itu, minyak goreng ukuran satu liter ditawarkan seharga Rp15.500.
Ada pula tambahan yang diberikan untuk pembelian komoditas tertentu. Setiap pembelian beras dan minyak goreng mendapatkan bonus satu plastik cabai atau bawang.
Namun, bonus cabai atau bawang tersebut diberikan selama persediaan masih tersedia.
Pelaksanaan GPM selama dua hari di depan SMPN 1 Bukittinggi menjadi bagian dari upaya menyediakan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Selain membantu pemenuhan kebutuhan pangan, kegiatan tersebut juga sekaligus memperkenalkan penggunaan QRIS dalam transaksi pembelian.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan akses terhadap sejumlah kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga didorong menggunakan pembayaran digital melalui QRIS yang diperkenalkan Bank Indonesia. (*)