50 Pelaku Ekraf Payakumbuh Ditempa, Sulam dan Anyam Dibidik Pasar Global

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 25 September 2026 | 21:01 WIB
Kegiatan Kriyasi Sulam dan Anyam Sesi 2 di Ballroom Hotel Mangkuto Syariah, Kamis (24/9/2026). (Foto: Pemko Payakumbuh)
Kegiatan Kriyasi Sulam dan Anyam Sesi 2 di Ballroom Hotel Mangkuto Syariah, Kamis (24/9/2026). (Foto: Pemko Payakumbuh)


Sumbardaily.com - Produk sulam dan anyam Payakumbuh tengah disiapkan untuk naik kelas dan menembus pasar global. Upaya tersebut menjadi bagian dari program nasional Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi), yang menempatkan Payakumbuh sebagai satu dari tiga daerah di Indonesia yang dipercaya menggelar program tersebut.





Program Kriyasi tidak hanya diarahkan untuk mempertahankan keberadaan kriya sebagai warisan kerajinan tradisional. Produk yang dihasilkan para perajin juga didorong memiliki nilai budaya, estetika, sekaligus nilai ekonomi yang lebih tinggi sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.





Komitmen tersebut ditegaskan Pemerintah Kota Payakumbuh saat penutupan Kegiatan Kriyasi Sulam dan Anyam Sesi 2 di Ballroom Hotel Mangkuto Syariah, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) itu melibatkan 50 pelaku ekonomi kreatif.





Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman menyampaikan apresiasi terhadap sinergi yang terjalin bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) RI.





Menurut Elzadaswarman, kepercayaan yang diberikan kepada Payakumbuh di tingkat nasional menjadi momentum penting bagi pengembangan ekosistem industri kreatif daerah. Karena itu, kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan untuk mendorong produk lokal agar tidak berhenti pada pasar tradisional.





"Sesuai visi misi, Wali Kota Zulmaeta bersama kami ingin produk sulam dan anyam Payakumbuh tidak hanya berhenti sebagai kerajinan tradisional, tetapi bertransformasi menjadi produk bernilai budaya, estetika, dan ekonomi tinggi. Pelatihan ini adalah landasan agar kriya lokal kita inovatif dan mampu menjawab selera pasar yang lebih luas," ujar Elzadaswarman.





Ia juga mengingatkan para peserta bahwa berakhirnya kegiatan pendampingan bukan berarti proses pengembangan produk telah selesai. Pengetahuan yang diperoleh selama Kriyasi Sesi 2 diharapkan langsung diterapkan dalam aktivitas produksi sehari-hari.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X