Dua ekor anjing pelacak K9 yang dibawa dalam operasi tersebut merupakan satwa jenis Herder dengan spesifikasi SAR. Kemampuan anjing pelacak tersebut dimanfaatkan untuk membantu tim menyisir jalur aliran galodo serta mencari jejak dan petunjuk yang dapat mendukung proses pencarian korban.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan pengerahan anjing pelacak K9 merupakan bentuk respons cepat kepolisian dalam membantu proses pencarian secara optimal. Menurutnya, seluruh potensi yang dimiliki kepolisian dimaksimalkan untuk mendukung operasi di medan yang terdampak air bah.
"Polda Sumbar terus memaksimalkan seluruh potensi yang ada, termasuk menurunkan Unit Polsatwa K9 yang memiliki spesifikasi khusus SAR. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses penyisiran di lapangan, terutama pada area-area yang terdampak material air bah," ujar Susmelawati Rosya.
Pengerahan dua anjing pelacak K9 menjadi bagian dari upaya mempercepat penyisiran di kawasan terdampak galodo. Satwa pelacak bersama personel Polsatwa terus menelusuri jalur yang dilalui aliran air bah untuk menemukan petunjuk yang dapat membantu proses pencarian korban.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan Unit Polsatwa Ditsamapta Polda Sumbar bersama unsur terkait masih melakukan penyisiran secara intensif di lapangan. Proses pencarian tetap berlangsung dengan mengutamakan faktor keselamatan personel selama berada di kawasan terdampak material galodo. (*)