Penanganan bencana dilakukan BPBD Kabupaten Solok bersama BPBD Provinsi Sumatera Barat dan unsur terkait. Tim gabungan menjalankan sejumlah langkah, mulai dari evakuasi, pencarian korban, pendataan dampak, hingga membersihkan material lumpur yang menutupi badan jalan.
Pada Selasa (22/9) pagi, tim SAR gabungan juga melakukan susur sungai untuk memastikan keberadaan warga yang masih dalam pencarian. Hingga pembaruan terakhir, satu warga masih belum ditemukan.
Dukungan logistik turut dikirim untuk membantu penanganan di lokasi. UPT BNPB di Kota Padang bergerak menuju Kabupaten Solok dengan membawa 100 kilogram beras, 50 paket sembako, lima dus minyak goreng, 10 dus sarden, sekitar 100 selimut, serta 20 dus air mineral.
BPBD Kabupaten Solok masih melakukan penanganan sekaligus pendataan di lokasi kejadian. BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait juga terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan dampak banjir bandang dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Catatan Daryono mengenai galodo Solok menunjukkan bahwa kajian bencana tidak hanya melihat besarnya hujan yang turun. Kondisi DAS, kawasan hulu, lereng, tanah, material sungai, tutupan lahan, dan limpasan juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan untuk memahami bagaimana hujan lebat dapat berkembang menjadi aliran banjir bandang yang membawa material dalam jumlah besar. (*)