Produksi Jagung Hampir 200 Ribu Ton, Pasaman Barat Perkuat Akses Modal Petani

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 23 September 2026 | 10:10 WIB
Penandatanganan perjanjian kerja sama Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Selasa (22/9/2026). (Foto: Pemkab Pasbar)
Penandatanganan perjanjian kerja sama Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Selasa (22/9/2026). (Foto: Pemkab Pasbar)



Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra menjelaskan kerja sama pengembangan jagung tersebut merupakan bagian dari proses panjang OJK dalam menjalankan Program Pengembangan Ekonomi Daerah atau PED.





Program tersebut diarahkan untuk memperkuat keterhubungan sektor jasa keuangan dengan berbagai potensi ekonomi produktif yang ada di daerah. Pelaksanaannya dilakukan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).





Melalui TPAKD, sektor unggulan daerah didorong agar mendapatkan dukungan pembiayaan dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhannya. Skema tersebut tidak hanya ditujukan untuk membuka akses pembiayaan, tetapi juga menghubungkan berbagai pihak yang memiliki peran dalam pengembangan komoditas daerah.





"Hingga saat ini, Program Pengembangan Ekonomi Daerah telah diterapkan di lebih dari 40 kabupaten dan kota di Indonesia dengan beragam komoditas unggulan, antara lain kopi, susu, dan ekonomi kreatif," jelas Roni.





Menurut Roni, Pasaman Barat merupakan salah satu sentra produksi jagung di Sumatera Barat. Pada 2025, produksi jagung di daerah tersebut tercatat hampir 200 ribu ton.





Besarnya produksi tersebut dinilai masih memiliki ruang untuk dikembangkan. Pengembangan potensi jagung diharapkan dapat ikut meningkatkan pendapatan sekaligus kesejahteraan masyarakat Pasaman Barat.





Namun, dalam proses pengembangan tersebut, petani masih menghadapi sejumlah persoalan. Tantangan yang disebut antara lain kebutuhan pupuk, benih unggul, modal kerja, akses terhadap layanan keuangan, fluktuasi harga, serta penyerapan hasil panen.





Karena itu, Roni menilai keberhasilan program pengembangan jagung membutuhkan keterlibatan dan sinergi berbagai pihak. Ekosistem tersebut dibangun dengan mempertemukan unsur pemerintah daerah, sektor jasa keuangan, kelompok tani, hingga pihak yang berperan dalam pemasaran hasil pertanian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X