"Kami juga meminta kepada warga yang ada di sekitar lokasi kejadian untuk mengungsi sementara waktu dikarenakan terjadi galodo (tanah longsor) besar, maka dari itu kami minta masyarakat menjauhi lokasi kejadian," ujarnya.
Di tengah gangguan akses dan laporan bencana di Arosuka, Kantor SAR Padang mulai mengerahkan tim penyelamat.
Kantor SAR Padang mengerahkan enam personel untuk menangani laporan banjir bandang di Arosuka.
Berdasarkan laporan awal operasi SAR yang diterbitkan pada Senin (21/9/2026), informasi kejadian diterima dari Brikto Yandri, anggota BPBD Kabupaten Solok, pada pukul 21.39 WIB.
"Untuk mendukung pelaksanaan operasi, personel SAR membawa sejumlah peralatan penyelamatan dan evakuasi. Perlengkapan yang digunakan meliputi rescue car compartment, peralatan SAR air, peralatan mountaineering, peralatan evakuasi, peralatan medis, peralatan komunikasi, serta perlengkapan SAR lainnya," ujar Kepala Kantor SAR Padang yang juga SAR Mission Coordinator (SMC) Padang, Abdul Malik.
Hingga berita ini dirampungkan, kondisi korban jiwa masih tercatat belum diketahui. Adapun kerusakan yang telah dilaporkan adalah satu unit jembatan putus.
Belum terdapat rincian lebih lanjut mengenai jumlah warga yang terdampak, jumlah korban yang dievakuasi, maupun kerusakan infrastruktur lain di sekitar lokasi. (*)