"Keberangkatan kontingen diharapkan benar-benar diarahkan kepada atlet yang memiliki potensi dan target prestasi yang terukur. Dan yang terpenting, harus putra putri asli Bukittinggi, bukan atlet bayaran dari luar. Kita buktikan nanti, minimal sudah satu tahun masuk KK Bukittinggi," tegasnya.
Dengan arahan tersebut, Dispora bersama KONI memiliki tugas untuk menyiapkan administrasi sekaligus memetakan atlet dan cabang olahraga yang memiliki peluang prestasi. Penyesuaian kebutuhan kontingen dengan kemampuan APBD juga menjadi bagian dari persiapan sebelum keberangkatan.
Pemerintah Kota Bukittinggi menempatkan peluang perolehan medali, khususnya emas, sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan atlet yang akan diberangkatkan. Di sisi lain, status atlet sebagai putra putri daerah juga menjadi perhatian dalam pembentukan kontingen Porprov 2026. (*)