Namun, posisi penemuan berada di koordinat 1°34'58.50"S - 100°23'51.90"E, atau sekitar tiga NM dari lokasi kejadian yang menjadi titik awal pencarian.
"Setelah menemukan kedua korban beserta kapal nelayan mereka, tim menyepakati metode evakuasi dengan melakukan towing terhadap kapal tersebut. Cara ini dipilih dalam pelaksanaan pertolongan agar survivor beserta kapalnya dapat dibawa menuju lokasi evakuasi yang telah ditentukan," katanya.
Pada pukul 02.26 WIB, tim bergerak menuju Pulau Sironjong yang berada pada koordinat 1°13'52.22"S - 100°24'24.48"E. Perjalanan tersebut dilakukan untuk mengevakuasi survivor beserta kapalnya menuju lokasi tempat pihak keluarga telah menunggu.
Jarak perjalanan menuju Pulau Sironjong diperkirakan sekitar 22 nautical mile (NM) dengan estimasi waktu tempuh kurang lebih enam jam. Dalam proses ini, KN SAR Yudhistira membawa kapal survivor melalui metode towing.
Perjalanan berlanjut hingga Kamis pagi. Pada pukul 07.10 WIB, KN SAR Yudhistira bersama kapal milik survivor tiba di Pulau Sironjong. Kedua nelayan beserta kapalnya kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi selamat.
Penyerahan tersebut menandai berakhirnya proses evakuasi survivor menuju lokasi yang telah ditentukan dalam laporan operasi SAR.
Setelah proses penyerahan selesai, KN SAR Yudhistira 227 bertolak menuju Dermaga Bungus. Perjalanan kembali diperkirakan memerlukan waktu sekitar 1,5 jam.