Sumbardaily.com – Pembangunan infrastruktur di kawasan Sitinjau Lauik tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalan, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap keberadaan satwa liar di sekitar kawasan proyek. Hal tersebut menjadi salah satu fokus PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) bersama HK-HKI KSO melalui kegiatan Bimbingan Teknis Penanganan Konflik Satwa Liar.
Kegiatan tersebut digelar pada Jumat (11/9/2026) di Proyek KPBU Pembangunan Jalan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I). Bimbingan teknis ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan personel proyek dalam menghadapi potensi interaksi dengan satwa liar.
Selain meningkatkan kesiapan personel, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen terhadap perlindungan keanekaragaman hayati di sekitar kawasan pembangunan Jalan Flyover Sitinjau Lauik.
Bimbingan teknis tersebut turut dihadiri Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar), Hartono, beserta jajaran. Dalam kegiatan itu, BKSDA Sumbar memberikan pembekalan mengenai langkah pencegahan, penanganan, serta tindakan yang tepat apabila terjadi konflik antara manusia dan satwa liar.
Pembekalan tersebut menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesiapan personel proyek. Dengan pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan konflik, personel diharapkan dapat mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi potensi interaksi dengan satwa liar.
Direktur PT HPSL, Michael Arthur Paulus Rumenser, mengatakan kegiatan tersebut mendorong seluruh insan proyek untuk mengutamakan keselamatan sekaligus tetap memperhatikan keberlangsungan habitat dan perlindungan satwa liar.
"Melalui kegiatan ini, HPSL mendorong seluruh insan proyek untuk mengutamakan keselamatan dengan tetap memperhatikan keberlangsungan habitat dan perlindungan satwa liar," kata Michael, dikutip Kamis (17/9/2026).