Pemulihan Pascabencana Pariaman Hampir 75 Persen, Sejumlah Proyek Masih Dikebut

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 17 September 2026 | 19:08 WIB
Kunjungan Marsma TNI Ridha Hermawan, S.H., M.Han, yang merupakan Wakil Kepala Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ke Kota Pariaman, Rabu (16/9/2026) pagi. (Foto: Pemko Pariaman)
Kunjungan Marsma TNI Ridha Hermawan, S.H., M.Han, yang merupakan Wakil Kepala Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ke Kota Pariaman, Rabu (16/9/2026) pagi. (Foto: Pemko Pariaman)


Sumbardaily.com - Pemulihan wilayah pascabencana di Kota Pariaman tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali bangunan yang rusak. Di balik proses tersebut, terdapat kebutuhan warga untuk kembali mendapatkan tempat tinggal, akses infrastruktur, serta lingkungan yang aman dari ancaman bencana berikutnya.





Upaya percepatan pemulihan itu menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan Marsma TNI Ridha Hermawan, S.H., M.Han, yang merupakan Wakil Kepala Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ke Kota Pariaman, Rabu (16/9/2026) pagi.





Marsma TNI Ridha Hermawan diterima Wali Kota Pariaman Yota Balad di ruang kerja Wali Kota, Kantor Balaikota Pariaman. Pertemuan tersebut diawali dengan diskusi dan pemaparan mengenai sejumlah bangunan yang terdampak bencana di Kota Pariaman.





Pembahasan kemudian diarahkan pada upaya mencapai tujuan bersama dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah yang terdampak bencana.





Yota Balad menyampaikan ucapan selamat datang kepada jenderal bintang satu di TNI AU tersebut. Ia berharap kedatangan tim Satgas Nasional Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam dapat memperkuat sinkronisasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.





Menurut Yota, sinkronisasi tersebut penting untuk mempercepat pembangunan di Kota Pariaman sekaligus daerah lainnya yang berada di tiga wilayah provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.





Dalam pertemuan itu, Yota juga melaporkan perkembangan pembangunan pascabencana di Kota Pariaman. Sejumlah aspek pembangunan disebut telah mulai dikerjakan dan progresnya hampir mencapai 75 persen.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X