Sumbardaily.com - Bukan hanya membuat pawangnya cedera, Gajah Zidan juga pernah menyerang gajah betina bernama Lia. Perubahan perilaku satwa jantan yang berada di Bukittinggi sejak 2001 itu terjadi setelah bertahun-tahun disebut berperilaku normal.
Kondisi Gajah Zidan menjadi perhatian Pemerintah Kota Bukittinggi. Pemko menyebut perilaku satwa tersebut mulai berubah pada 2022 dan menjadi lebih agresif.
Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi Rofie Hendria mengatakan Zidan telah berada di Bukittinggi selama kurang lebih 25 tahun. Dalam rentang waktu tersebut, perilakunya disebut normal sebelum terjadi perubahan pada 2022.
"Gajah jantan Zidan, masuk Bukittinggi tahun 2001, artinya kurang lebih 25 tahun lebih terakhir, Zidan berperilaku normal. Namun, tahun 2022, Zidan mengalami perubahan perilaku menjadi gajah yang agresif," ujar Rofie.
Perubahan tersebut bukan tanpa dampak. Pawang yang menjadi penanggung jawab utama Gajah Zidan, Legianto, mengalami cedera saat menangani satwa tersebut.
Legianto diketahui telah menjadi pawang Gajah Zidan sejak 2010. Namun, setelah bertahun-tahun menangani Zidan, ia akhirnya mengundurkan diri pada Juni 2024.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan pengunduran diri Legianto telah disampaikan melalui surat resmi. Cedera yang dialaminya menjadi alasan pawang tersebut tidak lagi melanjutkan tugas menangani Gajah Zidan.