Sumbardaily.com - Persoalan mentalitas masyarakat menjadi sorotan Wakil Bupati (Wabup) Tanah Datar Ahmad Fadly, S.Psi. Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi daerah tidak hanya berkaitan dengan ekonomi dan lapangan kerja, tetapi juga menyentuh pola pikir serta karakter masyarakat.
Hal itu disampaikan Ahmad Fadly saat menghadiri penandatanganan SK Bersama Ruang Bersama Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dirangkai dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi serta pembahasan verifikasi dan validasi Koperasi Desa Merah Putih berlangsung secara daring dari Aula Eksekutif, Senin (14/9/2026).
Ahmad Fadly menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Ruang Bersama Indonesia. Ia menilai keberadaan ruang tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang.
Penilaian itu disampaikan berdasarkan pengalamannya mendampingi masyarakat Tanah Datar selama hampir dua tahun. Dalam rentang waktu tersebut, ia melihat persoalan daerah tidak bisa hanya dilihat dari sisi ekonomi maupun ketersediaan lapangan pekerjaan.
Menurut Ahmad Fadly, ada persoalan yang lebih mendasar, yakni mentalitas dan pola pikir masyarakat.
"Persoalan terbesar kita berada pada mentalitas masyarakat. Konsep ABS-SBK sebenarnya sudah sangat lengkap karena memadukan nilai budaya dan landasan keagamaan. Kunci utamanya adalah bagaimana kita mengimplementasikannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Ia kemudian menggarisbawahi sejumlah persoalan sosial yang dinilai membutuhkan perhatian. Beberapa di antaranya berkaitan dengan pola asuh anak, kebiasaan masyarakat yang ingin mendapatkan sesuatu secara instan, tingginya prasangka atau suudzon, hingga ancaman penyalahgunaan narkoba.