Sumbardaily.com- Penguatan Saka Wanabakti di wilayah Sumatera terus didorong Kementerian Kehutanan, dengan Sumatera Barat menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian melalui pembenahan kelembagaan hingga pengembangan kegiatan di tingkat tapak.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional (Pinsakanas) dan Pinsakada Saka Wanabakti Sumatera Barat yang digelar di Persemaian Permanen Solok, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (11/9/2026).
Forum tersebut tidak hanya membahas keberadaan organisasi Saka Wanabakti, tetapi juga diarahkan untuk memastikan wadah pembinaan generasi muda itu memiliki kegiatan yang nyata dan memberikan keterampilan kehutanan yang dapat diterapkan langsung di lapangan.
Kepala Biro Humas Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi mengatakan penguatan pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat Saka Wanabakti sebagai wadah bagi generasi muda untuk belajar sekaligus mengambil peran dalam menjaga hutan.
Rakor di Solok mempertemukan Pinsakanas dan Pinsakada dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat serta sejumlah unit Kementerian Kehutanan yang berada di wilayah Sumatera Barat. Pertemuan tersebut digunakan untuk melihat kondisi aktual Saka Wanabakti, mengevaluasi proses pembinaan yang sudah berlangsung, memetakan persoalan, hingga menyusun langkah penguatan yang dapat segera dijalankan.
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) sekaligus Sekretaris Umum Pinsakanas Saka Wanabakti, Luckmi Purwandari, menekankan pentingnya mengubah hasil pendataan menjadi kegiatan nyata.
“Sensus memberi kita data, tetapi data harus berujung pada aksi. Kita perlu memastikan kelembagaannya aktif, pangkalannya hidup, Pamong dan Instrukturnya bergerak, serta anggota Saka benar-benar memperoleh pengalaman dan keterampilan kehutanan melalui empat Krida. Saka Wanabakti harus menjadi ruang belajar sekaligus ruang aksi generasi muda untuk menjaga hutan,” ujar Luckmi, dikutip dari Kemenhut Selasa (15/9/2026).