Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru Padang Pariaman Didorong Tembus Pasar Nasional hingga Dunia

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 14 September 2026 | 17:05 WIB
Sulaman Kapalo Samek dari Pasia Baru, Kabupaten Padang Pariaman, mulai diarahkan untuk naik kelas. (Foto: Pemkab Padang Pariaman)
Sulaman Kapalo Samek dari Pasia Baru, Kabupaten Padang Pariaman, mulai diarahkan untuk naik kelas. (Foto: Pemkab Padang Pariaman)


Sumbardaily.com - Sulaman Kapalo Samek dari Pasia Baru, Kabupaten Padang Pariaman, mulai diarahkan untuk naik kelas. Kerajinan tekstil yang selama ini diwariskan secara turun-temurun itu didorong agar tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi berkembang menjadi produk unggulan dengan nilai ekonomi dan daya saing lebih tinggi.





Upaya tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Diseminasi dan Pelatihan Pengembangan Desain dan Inovasi Produk UMKM Sulaman Kapalo Samek Berbasis Kearifan Lokal. Kegiatan berlangsung selama empat hari di Gedung Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman, Karan Aur, Kota Pariaman, dan dimulai pada Sabtu (13/9/2026).





Sebanyak 20 pengrajin Sulaman Kapalo Samek dari Korong Pasia Baru, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, menjadi peserta kegiatan tersebut. Pasia Baru selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil sulaman khas Padang Pariaman.





Pelatihan itu tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis menyulam. Para peserta juga mendapat kesempatan memperluas wawasan mengenai desain, inovasi produk, pengolahan wastra, hingga strategi mengembangkan produk lokal agar mampu mengikuti kebutuhan pasar yang lebih luas.





Sejumlah desainer, akademisi, dan profesional berpengalaman tingkat nasional dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan perspektif baru kepada para pengrajin mengenai cara mengembangkan karya tradisional tanpa menghilangkan identitas budaya yang melekat pada Sulaman Kapalo Samek.





Kegiatan tersebut diinisiasi Ketua TP PKK Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis. Program itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pemberdayaan perempuan dan pelaku UMKM sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah.





“Sulaman Kapalo Samek bukan sekadar kerajinan, tetapi warisan budaya yang harus terus kita hidupkan dan kembangkan bersama. Kita ingin para pengrajin tidak hanya mampu mempertahankan teknik tradisional, tetapi juga berani berinovasi sehingga produknya memiliki nilai jual dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Nita dikutip resmi Senin (14/9/2026).


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X