Korban selanjutnya dibawa oleh tim medis menuju rumah warga terdekat. Namun, pekerjaan tim SAR belum selesai setelah kedua korban berhasil diselamatkan.
Personel turun ke jurang untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi sekaligus memastikan tidak ada korban lain yang masih berada di bawah dan membutuhkan pertolongan.
"Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam operasi SAR. Tim tidak hanya berfokus pada dua korban yang telah ditemukan, tetapi juga memastikan seluruh area kejadian telah diperiksa sebelum operasi diakhiri," ujarnya.
Dalam proses penanganan, sejumlah peralatan SAR dikerahkan. Peralatan tersebut terdiri atas rescue car D-Max box, rescue car double cabin, peralatan ekstrikasi, peralatan mountenering, peralatan medis, peralatan komunikasi, serta peralatan SAR lainnya.
Operasi juga melibatkan banyak unsur. Kantor SAR Padang mengerahkan 10 orang, Polsek Lubuk Kilangan lima orang, BPBD Kota Padang lima orang, Rumah Zakat satu orang, Tim Marola Kembar dua orang, PKJR 10 orang, serta masyarakat sebanyak 50 orang.
Pelaksanaan evakuasi berlangsung dalam kondisi yang memiliki tantangan tersendiri. Salah satu faktor penghambat yang dicatat dalam laporan operasi adalah penerangan.
"Karen kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.05 WIB, saat suasana masih gelap. Meski demikian, proses pencarian dan pemeriksaan terhadap lokasi tetap dilakukan hingga tidak ditemukan lagi korban yang membutuhkan evakuasi," tutur Abdul Malik.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang berada di Jalan By Pass KM 25, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumbar.